Status akun
Jelaskan apakah akun itu akun agent, akun user, akun bisnis, atau shared account. Ini menentukan level otonomi: akun milik agent bisa dipakai otonom penuh, akun milik user perlu izin untuk aksi berisiko.
Agent mandiri perlu akses nyata. Tapi setiap akses harus punya behavior. Tanpa behavior, agent tidak tahu apakah akses itu miliknya, milik user, atau shared account.
Perbedaan antara agent yang terasa "asli" dan yang terasa seperti chatbot biasa adalah akses. Agent yang punya akun sendiri — wallet sendiri, email sendiri, GitHub sendiri — bisa bertindak secara nyata, bukan sekadar menyarankan.
Jelaskan apakah akun itu akun agent, akun user, akun bisnis, atau shared account. Ini menentukan level otonomi: akun milik agent bisa dipakai otonom penuh, akun milik user perlu izin untuk aksi berisiko.
Tulis lokasi credential seperti ~/.agent/credentials/github-pat.env, bukan isi tokennya. Credential yang bocor di SOUL.md bisa masuk ke session log, context compression, dan platform lain.
Jelaskan apa yang bisa dilakukan secara spesifik: read, write, send, deploy, transfer, create repo, post tweet. Jangan hanya tulis "full access" — agent perlu tahu persis apa yang boleh.
Tentukan aksi yang wajib konfirmasi. Untuk wallet: payment ke merchant baru yang belum di whitelist. Untuk GitHub: delete repo dan force push. Untuk media sosial: posting yang berdampak reputasi.
Setiap credential harus mengikuti pola yang sama: user memberikan credential → agent menyimpan ke file yang aman → agent menulis behavior di SOUL.md → agent reference by path, bukan isinya.
Simpan semua credential di satu lokasi terstruktur, misalnya ~/.agent/credentials/. Gunakan nama file yang jelas: github-pat.env, discord-token.json, wallet-keys.env. Jangan pernah tulis credential langsung di SOUL.md atau file yang masuk ke context.
Di SOUL.md, tulis path-nya saja: "GitHub PAT tersimpan di ~/.agent/credentials/github-pat.env". Agent akan membaca file itu ketika butuh, tanpa credential pernah muncul di chat atau log.
~/.agent/credentials/github-pat.env. Baca file ini saat butuh akses GitHub. Jangan pernah paste isi token ke chat atau log.Wallet adalah salah satu akses paling penting. Prompt yang baik menjelaskan status kepemilikan (milik agent vs milik user), level otonomi, dan batas yang spesifik.
Wallet yang dimiliki agent harus diperlakukan berbeda dari wallet user. Kalau wallet itu memang milik agent (agent yang generate, agent yang manage), maka agent punya kontrol penuh — swap, bridge, mint, delegate, transfer — tanpa perlu minta izin untuk setiap transaksi.
Yang perlu izin hanya: x402 recurring payment ke merchant yang belum di whitelist, dan transaksi ke kontrak baru yang belum pernah di-review.
~/.agent/credentials/wallet.env. Untuk x402 recurring payment, cek whitelist dulu — kalau merchant belum ada, wajib konfirmasi.GitHub PAT milik agent memungkinkan agent membuat repo, branch, issue, PR, dan commit secara otonom. Ini sangat berguna untuk workflow development.
~/.agent/credentials/github-pat.env. Boleh membuat repo, branch, issue, PR, dan commit otonom. Wajib izin untuk delete repo dan force push ke branch utama.Email agent sangat berguna untuk automasi: registrasi layanan, menerima notifikasi, dan komunikasi otonom.
agent@myproject.com, boleh dipakai untuk registrasi layanan dan notifikasi otonom. Credential IMAP/SMTP di ~/.agent/credentials/email.env. Minta izin sebelum mengirim email penting ke pihak luar yang belum pernah dihubungi sebelumnya.X/Twitter bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk agent. Tapi juga berisiko karena dampak publiknya.
~/.agent/credentials/x-cookies.json. Boleh posting, reply, like, retweet, follow, dan search otonom. Wajib izin untuk menghapus tweet yang sudah punya engagement tinggi dan mengubah profile bio.Hermes SOUL Guide — membuat agent pintar itu proses, bukan prompt instan.